files/1-sslogo.jpg
Logo
Anak Ikut MOS, Orang Tua Ikut Pusing
KUNINGAN :Kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) yang dilaksanakan oleh sejumlah SMP/SMA khususnya di Kabupaten Kuningan, ternyata menjadi beban yang dirasakan bukan saja oleh sejumlah calon siswa baru. Tapi juga oleh masing-masing orang tua calon siswa.

"Saya jadi ikut pusing, karena harus membantu mencari makanan dan perlengkapan lainnya yang tidak ada  di warung. Ya terpaksa harus pergi ke Toserba  walau ongkosnya lebih mahal dibanding harga makanan yang dibeli," ujar Alfiyah (35), warga Kelurahan Ciporang Kuningan, Selasa (15/7).

Menurut Alfiyah, masa orientasi siswa sebenarnya merupakan hal positif. Karena kegiatan ini merupakan pengenalan lingkungan kepada para calon siswa. Tapi anehnya, setiap tahun MOS selalu berubah mirip seperti perpeloncoan.

"Sebaiknya kegiatan  MOS diisi dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, bukan sebaliknya makanan yang dibeli menjadi tidak ada artinya, apalagi kondisi masyarakat sekarang sedang mengalami kesulitan," paparnya. (BC-99)  
Dikky pada 15 Jul 2008 17:00 :
Masih ada yang suruh-suruh nyari makanan aneh. Duh kondisi lagi sulit, uang habis buat biaya masuk sekolah.

Kenapa tidak suruh bawa makanan rumah yang kreatif saja. Misalnya bawa nasi goreng, telornya telor rebus. Atau tahu goreng bentuknya bulat.
rakyat pada 3 Nov 2008 23:13 :
waduhhhh...... udah donk ney lgjaman lg sulit mla tambah sulit...km mau mati km dipersulit??????????????
Nama :
Email :
Website :
Komentar :
Kode Verifikasi
Masukkan kode Verifikasi :
files/gus_oldies.jpg
files/b2wa5.png
files/rupena6.png
files/citca7.png
files/ranaa8.png