files/1-sslogo.jpg
Logo
Buku Sekolah Elektronik Solusi Mahalnya Harga Buku
CIREBON : Liburan sekolah sedang berlangsung. Tapi bukan berarti orang tua siswa bisa tenang-tenang saja. Bula Juli-Agustus pegeluaran orang tua siswa akan semakin besar untuk biaya pendidikan. Selain biaya pendaftaran siswa baru, biaya daftar ulang juga akan dihadapinya. Bahkan yang akan terasa memberatkan adalah biaya pembelian buku.

Kini Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) telah membeli hak cipta sebanyak beragam buku pelajaran. Buku-buku tersebut telah diubah ke dalam buku berformat digital, yang disebut Buku Sekolah Elektronik (BSE). Kini buku sekolah digital telah diletakan di http://bse.depdiknas.go.id/ dan dapat diunduh dengan gratis.

Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo mengatakan dengan adanya Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara signifikan telah meringankan beban orang tua, tetapi di mana-mana masih ada keluhan tentang mahalnya harga buku. "Program ini ebook, buku sekolah elektronik telah didukung oleh Presiden dan saya yakin menjadi solusi dari mahalnya buku," katanya pada Rapat Koordinasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional Tahun 2008.

Bambang juga mengatakan dengan adanya buku sekolah elektronik ini pada 2008 fungsi Jardiknas (Jaringan Pendidikan Nasional) akan dioptimalkan menjadi wadah program buku murah atau ebook bagi siswa. Apabila ada pihak yang berminat untuk memperdagangkan buku-buku tersebut dapat mengunduh secara gratis, mencetak, dan kemudian menjualnya. "Tetapi harganya tidak boleh melampaui harga yang ditetapkan," katanya.

Mendiknas memperkirakan, harga cetak buku tidak akan melampaui Rp.8.000,00 per buku. Sekarang ini, kata dia, harga buku-buku untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs rata-rata Rp.25.000,00. "Jadi harga buku itu menjadi sepertiganya saja. Harganya menjadi murah sekali nanti," imbuhnya. (BC-33)
Maya pada 5 Jul 2008 09:04 :
BSE ini merupakan upaya cerdas Depdiknas di era teknologi informasi. Masalahnya kebijakan cerdas ini harus dikawal hingga tingkat sekolah.

Kalau sekolahnya tidak menggunakan buku yang sama dengan BSE ini yang sama saja bohong.
Randy pada 5 Jul 2008 10:29 :
Dinas Pendidikan harus memfasilitasi penggunaan BSE ini.

Disdik mendownload-nya lalu mencetaknya dan menjualnya sesuai anjuran Menteri Pendidikan, tak lebih dari Rp8.000,- per buku.

Ayo Disdik Cirebon bergerak!
Adi pada 5 Jul 2008 10:58 :
Lah bukannya semua sekolah sudah terkoneksi internet lewat program Jardiknas. Jadi tinggal pihak sekolah saja yang download dan mencetaknya sendiri. Jadinya bisa lebih murah kalau tidak bermental markup.

Ayo sebarkan info ini agar pendidikan makin murah dan berkualitas. Internet itu ada gunanya lhoo.
Ruswandi pada 5 Jul 2008 12:50 :
BSE ujung-ujungnya memberatkan siswa juga. Gimana tidak? Karena tidak setiap sekolah telah memiliki internet. Jd, sebelum BSE itu disebarluaskan sebaiknya setiap sekolah dikasih internet. Ujung-ujunge duit maning duit maning...
ingsun pada 8 Jul 2008 10:08 :
Dedi Windiagiri.....Kadisik Kota Cirebon,,,,,harus bisa mensukseskanny
klo tidak pulang aja ke Karawang
Nama :
Email :
Website :
Komentar :
Kode Verifikasi
Masukkan kode Verifikasi :
files/gus_oldies.jpg
files/b2wa5.png
files/rupena6.png
files/citca7.png
files/ranaa8.png