CIREBON: Perwakilan para kepala sekolah yang tergabung dalam Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kota Cirebon, mendatangi Wakil Walikota Sunaryo.
Ketua K3S, Kota Cirebon, Abu Malik, mengatakan kedatangannya ke wakil walikota untuk mempertanyakan proses Penerimaan Siswa Baru (PSB) di Kota Cirebon, yang menurut mereka tahun ini dinilai gagal.
Menurut Abu, kegagalan PSB dapat dilihat dari adanya beberapa sekolah yang melanggar ketentuan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan PSB yang sudah ditentukan.
"Ada sekolah negeri yang melebihi ketentuan rombongan belajar dari seharurnya menerima 7 kelas menjadi 10 kelas, siswa titipan, sekolah tidak siap sehingga ruang laboratorium dijadikan ruang belajar," ujarnya.
Akibat kondisi tersebut menurut Abu, dapat mempengaruhi peningkatan mutu belajar dan menyalahi norma-norma dan kairdah-kaidah dalam pembelajaran.
"Kami meminta Pemerintah Kota Cirebon menyikapi dan mencari solusi permasalahan ini yang dalam kurun waktu 5 tahun, kejadian seperti ini selalu terulang dalam setiap PSB," imbuh Abu. (BC-77)
Lingkaran setan yang berpihak pada kenyamanan jabatan dan mulusnya kepentingan.

Jumlah daya tampung sekolah negeri dinaikkin kan agar banyak yang bisa masuk negeri. Tapi kalau lab dijadikan kelas sih ya sekolah negeri yang kacau

Agar sumbangannya besar-besar, jadi disampaikan masalahnya bahwa kita kekurangan kelas. Masa belajarnya di lab?
Jadi bapak/ibu harus nyumbang yang besar, agar anaknya bisa belajar di kelas yang baik dan nyaman.







