files/jabar.jpg
files/viy_visitindo.jpg
Logo
Batik Mega Mendung Diborong Pedagang Malaysia
CIREBON : Menjelang Ramadhan dan Idulfitri keberadaan batik bercorak mega mendung sulit diperoleh karena habis dibeli oleh pedagang dan turis dari Malaysia.

Demikian dikatakan Dian Mulyadi, salah seorang pemilik UKM pembuatan sandal batik di Cirebon. Menurut Dian, produksi sandal batiknya terpaksa dihentikan karena kesulitan mendapatkan kain batik bercorak mega mendung. Baik itu batik cetak atau batik tulis yang diproduksi di sentra batik Trusmi.

"Produsen kain di Trusmi kehabisan stok kain yang bercorak mega mendung. Katanya semua diborong oleh warga Malaysia," katanya.

Mega mendung, kata dia, merupakan corak batik asli Cirebon yang sangat digemari oleh turis baik itu Malaysia, Jepang atau Eropa yang berkunjung ke Trusmi. Persediannya semakin menipis tatkala menjelang Ramadhan dan Idulfitri.

"Saya sendiri tidak habis pikir mengapa banyak pedagang kain dari Malaysia yang menyerbu trusmi dan memborong mega mendung. Mungkin karena ada rencana Malaysia yang hendak mematenkan batik Trusmi ini. Sayang sekali," ujarnya.

Dian sendiri belum mau beranjak mengganti motif sendal buatannya selain motif mega mendung karena dia menganggap motif tersebut menjadi ciri khas batik asal Cirebon.

"Usaha ini bukan hanya untuk cari untung tetapi juga untuk mempertahankan tradisi budaya batik Cirebon. Ya, mega mendung lah yang tetap akan saya gunakan." (BC-11)
bayu pada 5 Sep 2008 13:21 :
tolong yah untuk PEMDA agar membahas masaah ini, mega mendung harus segera dipatenkan pemerintah, jangan sampai dibajak negeri tetangga.. tolong ya,budaya cirebon sangat indah..
herdi nugroho pada 16 Oct 2008 16:08 :
perkenalkan saya asli pekalongan, bagi yg minat kerja sama dlm dunia pembuatan batik bisa kirim email herdinugroho@yahoo.co.id
Nama :
Email :
Website :
Komentar :
Kode Verifikasi
Masukkan kode Verifikasi :
files/gus_oldies.jpg
files/b2wa5.png
files/rupena6.png
files/citca7.png
files/ranaa8.png