files/jabar.jpg
files/viy_visitindo.jpg
Logo
Feature
24 Jam Sehari Menghitung Arus Mudik Dengan Tasbih
JARI tangan Hasan dan Wawan, PNS yang dipekerjakan dari Polres Cirebon terlihat cekatan memencet sebuah alat hitung manual yang mereka sebut sebagai tasbih modern.

Disebut demikian karena fungsinya mirip dengan tasbih, satu persatu angka pada alat tersebut bergeser setelah dipencet dengan ibu jari keduanya. Menunjukan ada motor atau mobil yang lewat didepan posko.

Hasan dan Wawan masing masing memegang satu set tasbih, masing-masing ada empat tasbih yang menandakan jumlah kendaraan tertentu. Dipasang berderet yang menunjukan Jenis kendaraan beban/berat, kendaraan umum, kendaraan pribadi dan motor.

"Saya sudah empat tahun ini bergabung di posko Losari dengan tugas menghitung kendaraan keluar dan masuk Jabar," ujar Hasan.

Karena sudah empat tahun itulah, meski matanya tertuju ke jalan raya namun tanganya dengan cekatan memencet tasbih. Jika motor masuk, jempol tangan kanannya yang memijit, demikian seterusnya.

Sebenarnya,kata dia, ada empat orang yang bertugas menghitung. Namun dengan kesepakatan yang adil keempatnya membagi waktu agar selama 24 jam dalam sehari kendaraan terus bisa terpantau.

"Kita kan perlu sholat, makan atau mandi. Ya, jaga giliran lah," ujarnya.

Namun dua orang wajib standby di tempat, satu orang menghitung kendaraan mudik satunya menghitung arus balik.

"Saya sendiri berharap ada alat yang lebih modern tapi sampai kini masih belum ada," ujar Wawan.

Yah, jadi harap maklum saja jika hitungannya tidak akurat sebab masih cara manual. Manusia pun tidak pernah lepas dari kesalahan. Ngantuk, bisa jadi satu atau dua motor lewat tak terhitung. (BC-11)

Belum ada Komentar

Nama :
Email :
Website :
Komentar :
Kode Verifikasi
Masukkan kode Verifikasi :
files/gus_oldies.jpg
files/b2wa5.png
files/rupena6.png
files/citca7.png
files/ranaa8.png