PETANI mangga gedong gincu di Kabupaten Cirebon kini sudah bisa menikmati hasil panen mangga gedong gincu tanpa harus menunggu musim panen tiba.Ketua Kelompok Petani Mangga Gedong Gincu Kabupaten Cirebon Haerudin mengatakan pohon mangga gedong gincu sudah dapat panen setiap bulan dengan perlakuan tertentu dan pupuk khusus.
"Biasanya musim panen mangga gedong gincu pada bulan November hingga Desember tetapi sejak tahun 2006 petani kini sepanjang tahun sudah bisa panen.”
Panen off season, demikian para petani menyebutnya, bahkan dianggap lebih menguntungkan karena pada saat tersebut tidak banyak buah mangga gedong gincu yang dijual dipasaran sehingga harganya bisa naik berkali lipat.
Pada saat off season, kata dia, harga mangga gedong gincu kualitas A bisa mencapai Rp25.000-30.000 per kg sementara pada saat musim panen mangga gedong gincu biasanya dijual rata-rata Rp10.000 per kg.
Harga yang sangat tinggi tersebut tentunya dapat meningkatkan pendapatan petani mangga gedong gincu di Kabupaten Cirebon.
Haerudin, yang juga ketua kelompok tani Sukamulya Desa Sedong Ilir, Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon mengatakan panen off seasonberlangsung pada bulan Juni hingga November dengan tingkat produksi mencapai 200%.
"Kami kebetulan mendapatkan pendampingan dari distributor pupuk Gold Star dimana pupuk tersebut mampu membuat buah mangga terus berbunga secara merata setiap bulannya."
Dia mencontohkan dengan lahan yang dimiliki kelompok tani Sukamulya seluas 25 hektare selama off season bisa memanen mangga gedong gincu hingga 92,5 ton atau rata-rata per pohon bisa menghasilkan sebanyak 27 kg mangga.
Upaya tingkatkan mutu
Haerudin mengatakan setelah mampu meningkatkan produksi mangga gedong gincu, saat ini para petani mangga sedang berupaya untuk meningkatkan mutu mangga.
"Saat ini mangga gedong dari Cirebon masih berada pada tingkatan Prima Tiga dan kami sedang berupaya untuk mencapai tingkat Prima Dua," katanya.
Tingkat Prima Tiga, kata dia, adalah tingkatan dimana mangga tersebut sudah layak konsumsi, dan bebas dari pestisida yang berlebihan namun baru sampai dipasarkan di tingkat lokal. Sementara Prima Dua berarti mangga sudah setingkat lebih baik dan dinyatakan aman dari pestisida.
Tingkat Prima Satu adalah mangga yang terbaik dan mutunya nomor satu serta dianggap sebagai mangga ramah lingkungan.
Sementara itu sekretaris Asosiasi Petani Mangga Gedong Gincu Kabupaten Cirebon Sutara mengatakan total kelompok tani mangga di Kabupaten Cirebon mencapai 70 kelompok dengan lahan seluas 40.000 hektare.
"Produksi mangga gedong gincu sudah bagus namun masih terkendalapemasarannya," katanya.
Dia mengatakan tidak semua patani memiliki jaringan pasar dan pengolahan pasca panen yang baik sehingga petani mangga di Cirebon memerlukan gudang atau pabrik pengepakan mangga gedong gincu.
Sementara itu data di Kabupaten Cirebon menunjukan total produksi mangga dari berbagai jenis diantaranya gedong gincu, harumanis, dermayu dan kidang setiap tahun terus meingkat. Pada tahun 2005 total produksi mangga mencapai 21.730,84 ton dan tahun 2006 naik menjadi 26.107,30 ton. (BC-11)
Belum ada Komentar






