files/1-sslogo.jpg
Logo
Ujian Paket A, B, dan C, Tanggal 18-20 November
SUMBER : Dinas Pendidikan menjadwalkan penyelenggaraan ujian paket A, B, dan C bagi siswa-siswi yang tidak memiliki ijazah , baik yang drop out (DO) atau yang tidak dinyatakan lulus saat mengikuti Ujian Nasional (UN) beberapa waktu lalu.

Rencananya ujian akan diselenggarakan pada tanggal 18-20 November 2008 di kantor dinas setempat.

Ketua Panitia Ujian Nasional Kabupaten CirebonAsdullah Anwar mengatakan di Kabupaten Cirebon ujian paket ini akan diikuti sekitar 2.900 peserta, mulai tingkat SD, SMP, hingga SMA.

Untuk tingkat SD (paket A), jumlah pesertanya sebanyak 139 orang peserta, tingkat SMP (Paket B) 1.258 peserta, dan tingkat SMA (Paket C) sebanyak 1.523 orang.

"Tingkat SD terdapat 5 mata pelajaran antara lain PKN, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dan matematika," katanya.

Tingkat SMP, sambungnya, sebanyak 6 mata pelajaran yaitu PKN, Matematika, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan IPA. Sementara UNPK tingkat SMA terdapat 7 mata pelajaran yang diujikan, terbagi dalam kelas IPA dan IPS.

"Untuk jurusan IPA, mata pelajarannya antara lain PKN, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi. Dan untuk IPS, mata pelajarannya antara lain PKN, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sosiologi, Geografi, dan Ekonomi."

Ujian paket ini dapat membantu para siswa untuk melanjutkan jenjang pendidikannya pada level yang lebih tinggi. (BC-11)
PAKET JANGAN BISNIS PENILIK pada 12 Nov 2008 04:57 :
Program kesetaraan jangan jadikan bisnis, padahal pendidikan luar sekolah merupakan solusi ketidakberdayaan masyarakat untuk mendapatkan pend. Ketuntasan belajar. Namun pencapaian itu sia-sia, berawal dari tibanya dua hal :
1. Dana dari pemerintah, beberapa penilik selalu mengintimidasi pengelola kejar paket, budaya jatah selalu ada. Bahkan sampai berani mengendalikan seluruh dana, padahal nilainya dibawah standar UMR.
2. Akhir dari perjalanan kejar paket terutama paket B dan C dilegohkan kekurangan kuota peserta dengan di isi pendatang baru, entah apa tindak lanjut pengisian itu.
3. Pemda amat miskin mengalokasikan dananya pada PLS
4. Bupati melalui jajaran terkait dibawahnya kurang bisa membekali pada Desa untuk betul2 membantu PLS.
Hal ini yang menyebabkan runtuhnya pendidikan di kab. Cirebon. Disebabkan ABS yang selalu direalisasikan. Priben ki kang......DEDI sareng kang DUDUNG uga Kang DADANG......Delengnang bae paderang anake wong.....sampun mekoten si kang... Melas tiang alit lan mlarat sedanten..
Nama :
Email :
Website :
Komentar :
Kode Verifikasi
Masukkan kode Verifikasi :
files/gus_oldies.jpg
files/b2wa5.png
files/rupena6.png
files/citca7.png
files/ranaa8.png