files/1-sslogo.jpg
Logo
Zakat Lebih Baik Disalurkan Melalui Lembaga Resmi
CIREBON : Banyaknya masalah yang ditimbulkan dari pengelolaan zakat secara tradisional patut menjadi cerminan bersama sebagai Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Saat ini masih sangat banyak dijumpai pengelolaan zakat secara individu maupun secara tradisional khususnya di daerah pedesaan dan kota kecil.

Asep Jaelani Branch manager Rumah Zakat Indonesia (RZI) Cirebon menyatakan banyak resiko yang ditimbulkan dari sistem pengelolaantradisional, selain korban meninggal seperti tragedi Pasuruan, hal lain yang mungkin terjadi misalnya tidak meratanya mustahik yang mendapat bantuan, sistem keadilan dan kurangnya koordinasi yang tepat.

"Tak terkecuali pula biasanya pembagian zakat secara langsung tidak menyasar pada pemberdayaan setelah bantuan dilakukan. Akibatnya mustahik hanya terbantu sesaat dan tidak tepat sasaran. Dan terasa ada parade kemiskinan, karena mustahik yang dibantu diperlakukan sebagai obyek tontonan," katanya.

Memasuki hari ke 14 Ramadhan kemarin Rumah Zakat Indonesia  secara nasional telah menyalurkan program Ramadhan Rp1,1 miliar  dengan total penerima manfaat sebanyak 43.716 orang. Program Ramadhan yang disalurkan antara lain ifthor ( paket buka puasa ), paket peduli pangan dan  kado lebaran. Hingga saat ini komposisi ifthor masih yang tertinggi. Tercatat sebanyak 5379 paket ifthor di Jawa, Sumatra, Jabotabek dan Jawa Barat telah tersalurkan.

"Jadi melihat besarnya komunitas muslim Indonesia alangkah baiknya masyarakat yang masih menyalurkan zakatnya secara tradisional mulai beralih ke sistem professional melalui lembaga pengelola zakat yang independent sehingga penyalurannya efektif tepat sasaran dan yang pasti menghindarkan jatuhnya korban jiwa." (BC-11)

Belum ada Komentar

Nama :
Email :
Website :
Komentar :
Kode Verifikasi
Masukkan kode Verifikasi :
files/gus_oldies.jpg
files/b2wa5.png
files/rupena6.png
files/citca7.png
files/ranaa8.png