28 Dec 2008 22:57 - Raharjo
Babad Cirebon Dibacakan di Malam Tahun Baru Islam
CIREBON : Babad atau cerita sejarah terbentuknya Kota Cirebon setiap tahun selalu dibacakan dan biasanya dilakukan setiap malam satu suro atau tahun baru Islam. Pangeran Komisi, membacakan sejarah berdirinya Cirebon di Keraton Kanoman disaksikan kerabat keraton serta unsur muspida Kota Cirebon.
Pangeran Komisi atau penghulu keraton Pangeran Muhamad Rokhim membacakan delapan lembar babad Cirebon didampingi abdi dalem Panca Tujuh. Suasana keraton khususnya diruang pembacaan babad Cirebon terasa magis dengan asap kemenyan dan aroma kembang tujuh rupa.
Menurut Pangeran Komisi, pembacaan babad tersebut selalu dilakukan setiap tahun. "Tapi yang dibacakan hanya delapan lembar halaman saja, atau hanya cerita singkatnya saja," katanya.
Dia mengatakan babad Cirebon jika harus dibacakan maka akan memakan waktu yang sangat panjang karena naskah terjemahannya mencapai 200 halaman.
Pembacaan babad tersebut selesai tepat pukul 22.00 dan upacara pembacan sejarah Cirebon pun berakhir.Naskah asli babad Cirebon , kata dia, sebenarnya masih dalam bentuk daun lontar dan masih tersimpan rapi di dalam keraton sebabagi benda pusaka kerajaan. Selain itu isi babad Cirebon yang disalin dalam naskah huruf latin bukan huruf Jawa, tidak semuanya tertulis sesuai aslinya (sesuai isi dalam lontar).
"Sebab ada hal lain yang tidak boleh diketahui oleh masyarakat umum." katanya. (BC-11)
Pangeran Komisi atau penghulu keraton Pangeran Muhamad Rokhim membacakan delapan lembar babad Cirebon didampingi abdi dalem Panca Tujuh. Suasana keraton khususnya diruang pembacaan babad Cirebon terasa magis dengan asap kemenyan dan aroma kembang tujuh rupa.
Menurut Pangeran Komisi, pembacaan babad tersebut selalu dilakukan setiap tahun. "Tapi yang dibacakan hanya delapan lembar halaman saja, atau hanya cerita singkatnya saja," katanya.
Dia mengatakan babad Cirebon jika harus dibacakan maka akan memakan waktu yang sangat panjang karena naskah terjemahannya mencapai 200 halaman.
Pembacaan babad tersebut selesai tepat pukul 22.00 dan upacara pembacan sejarah Cirebon pun berakhir.Naskah asli babad Cirebon , kata dia, sebenarnya masih dalam bentuk daun lontar dan masih tersimpan rapi di dalam keraton sebabagi benda pusaka kerajaan. Selain itu isi babad Cirebon yang disalin dalam naskah huruf latin bukan huruf Jawa, tidak semuanya tertulis sesuai aslinya (sesuai isi dalam lontar).
"Sebab ada hal lain yang tidak boleh diketahui oleh masyarakat umum." katanya. (BC-11)
Komentar
javanixa75
pada 3 Jan 2009 00:54 :
pengin liat









