“Kita pantau situasi penurunan BBM bagaimana responnya, kemudian secara bersama-sama, saya, staf dan masyarakat untuk membicarakan sebelum memutuskan penurunan tarif angkot,“ ujar Walikota Cirebon Subardi, dalam sebuah acara tebar ikan di CUDP, Senin (1/12).
Menurut walikota, dirinya tidak bisa memutuskan melalui SK Walikota untuk langsung menurunkan tarif angkot, jika nantinya akan berdampak buruk terhadap situasi kota dengan timbulnya gejolak sosial dimasyarakat, khususnya dari para supir.
“Saya harus tahu dari supir dan masyarakat langsung, jika penurunan itu tidak berdampak positif terhadap para supir, ya kemungkinan tarif angkutan tidak akan berubah,“ katanya.
Walikota mengharapkan, penurunan BBM ini dapat menguntungkan semua pihak, baik para supir maupun masyarakat pengguna angkot. (BC-55)







