7 Jan 2009 16:09 - Opic
BKD Pastikan Kelulusan Imam Karena Joki
CIREBON : Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Cirebon memastikan kelulusan Imam Ali Sozima dalam penerimaan tenaga CPNS beberapa waktu lalu karena keterlibatan joki yang mengerjakan soal tes CPNS menggantikan dirinya yang sedang menjalankan ibadah haji.
Menyikapi kasus ini, M Jusup, Kabid Pengembangan Karir BKD Kota Cirebon, mengaku, pihaknya sudah melakukan cross chek dengan Kantor urusan Haji Kabupaten Cirebon. Dan ternyata benar, nama Imam Ali Sozima terdaftar sebagi calon jamaah haji asal Kabupaten Cirebon yang berangkat tanggal 16 November 2008 dan berarti Imam sedang ada di tanah suci saat pelaksanaan tes CPNS berlangsung.
"Jadi saya yakin ada orang lain yang dibayar untuk mengerjakan soal-soal tes CPNS milik Imam," ujar Jusup.
Selain itu, Jusup juga mencoba menghubungi rumah Imam yang berada di Jl Pemuda VII no 42, Kecamatan Tuk, Kabupaten Cirebon serta menghubungi nomor telepon yang tercantum dalam berkas pendaftaran. Namun hingga sekarang Imam belum bisa ditemui. "Saat didatangi ke rumahnya yang menerima adalah ibunya dan memberitahukan Imam sedang tidak ada di rumah, sedangkan saat menghubungi nomor teleponnya katanya salah sambung," sambung Jusup.
Selain itu Jusup juga mencoba mengklarifikasi kasus ini dengan mencari keterangan dari dua guru pengawas ruangan tempat imam seharusnya mengikuti tes CPNS, yaitu di SMP BPK Penabur, Jl Cipto. Namun, saat mencoba menghubungi kepala sekolahnya ternyata sekolah sedang libur begitu pun guru-gurunya. (BC-211)
Menyikapi kasus ini, M Jusup, Kabid Pengembangan Karir BKD Kota Cirebon, mengaku, pihaknya sudah melakukan cross chek dengan Kantor urusan Haji Kabupaten Cirebon. Dan ternyata benar, nama Imam Ali Sozima terdaftar sebagi calon jamaah haji asal Kabupaten Cirebon yang berangkat tanggal 16 November 2008 dan berarti Imam sedang ada di tanah suci saat pelaksanaan tes CPNS berlangsung.
"Jadi saya yakin ada orang lain yang dibayar untuk mengerjakan soal-soal tes CPNS milik Imam," ujar Jusup.
Selain itu, Jusup juga mencoba menghubungi rumah Imam yang berada di Jl Pemuda VII no 42, Kecamatan Tuk, Kabupaten Cirebon serta menghubungi nomor telepon yang tercantum dalam berkas pendaftaran. Namun hingga sekarang Imam belum bisa ditemui. "Saat didatangi ke rumahnya yang menerima adalah ibunya dan memberitahukan Imam sedang tidak ada di rumah, sedangkan saat menghubungi nomor teleponnya katanya salah sambung," sambung Jusup.
Selain itu Jusup juga mencoba mengklarifikasi kasus ini dengan mencari keterangan dari dua guru pengawas ruangan tempat imam seharusnya mengikuti tes CPNS, yaitu di SMP BPK Penabur, Jl Cipto. Namun, saat mencoba menghubungi kepala sekolahnya ternyata sekolah sedang libur begitu pun guru-gurunya. (BC-211)
Komentar
Wong Cerbon
pada 7 Jan 2009 16:30 :
usut tuntas dan tangkap siapa jokinya termasuk si imam ali sozima jg harus ditangkap...
minta keterangan yg jelas dan kenakan sanksi yg berat kepada ybs...
klu BKD tidak bisa mengungkap siapa dalangnya berarti BKD jg terlibat dalam kasus ini...(sebenarnya BKD jg sdh terlibat, tapi ga mau bongkar boroknya sendiri) He..he..
Klu belum tuntas jg Ketik REG SPASI PRIBEN JEH kirim ke 9388. OKEY.....
minta keterangan yg jelas dan kenakan sanksi yg berat kepada ybs...
klu BKD tidak bisa mengungkap siapa dalangnya berarti BKD jg terlibat dalam kasus ini...(sebenarnya BKD jg sdh terlibat, tapi ga mau bongkar boroknya sendiri) He..he..
Klu belum tuntas jg Ketik REG SPASI PRIBEN JEH kirim ke 9388. OKEY.....

4ndr3 Bahari
pada 7 Jan 2009 16:38 :
JOKInya siapa pak ?
Sebutin namanya donk ,jgn pelit2 .
Yg jelas bukan TIPLUK kan ???
Sebutin namanya donk ,jgn pelit2 .
Yg jelas bukan TIPLUK kan ???

sudiyana
pada 8 Jan 2009 07:59 :
hebat ya, jokinya! ini sudah permainan tingkat tinggi. dia palsukan foto, tandatangan, pada kartu tes. ATAU HANYA ..?????? agar BKD dan yang lainnya bisa cuci tangan. 

amin suprapman
pada 8 Jan 2009 14:03 :
Ibadah haji perlu ongkos dan tes juga perlu dana ?????








