18 Feb 2009 07:23 - Raharjo
Lagu Warung Pojok yang Mendunia
Akeh wong pada kelingan masakan..., akeh wong pada kedanan....
Sega gorenge...emi rebuse.....aduh manise ...persis kaya pelayanne....
Demikian sepenggal syarir lagu ciptaan Abdul Ajid, seniman senior Cirebon, berjudul Warung Pojok. Lagu ini rupanya sudah berumur puluhan tahun, namun masih hangat ditelinga kita, wong Cirebon.
Abdul Ajib mengatakan lagu ini diciptakan pada tahun 1967 dan dipopulerkannya bersama artis Cirebon Uum Kurniasih. Pada awal mengumandangkan lagu ini, seni tarling-gitar dan suling- khas Cirebon semakin digemari warga Cirebon, bahkan merambah wilayah lain.
Fenomena Warung Pojok kala itu juga sempat membuat sineas film memproduksi film dengan judul yang sama pada tahun 1977.
Bukan hanya didepan penggemar seni nasional, menurut Ajid, Warung Pojok pernah dinyanyikan saat upacara bendera, kala itu tahun 1983 di Istana negara. Kontan mendapatkan apresiasi yang begitu besar.
"Kalau ingin disamakan dengan Gesang dan Bengawan Solo, mungkin sama fenomenalnya. Hanya saja Bengawan Solo muncul lebih dulu dan nganggo basa Indonesia," katanya.
Pendapat Ajid tersebut berdasarkan seringnya lagu Warung Pojok tersebut dikumandangkan tidak hanya di RRI atau TVRI, tetapi juga di RTM Malaysia, Radio Australia dan banyak negara lain.
"Dewi Yul, yang asli orang Cirebon membawakan lagu ini di Malaysia. Kang Ebet (kadarusman-red) sering menyanyikan lagu ini di saat siaran di Radio Australia. Jadi memang sudah mendunia Warung Pojok, kuh," katanya dengan logat Cirebonan kental.
Sekarang lagu Warung Pojok sudah banyak dinyanyikan dalam berbagai versi, baik itu tarling murni atau tarling modern. Lagu ini sepertinya sudah waktunya dan layak untuk menjadi lagu kebanggaan nasional seperti halnya lagu milik Gesang, Bengawan Solo. (BC-11)
Sega gorenge...emi rebuse.....aduh manise ...persis kaya pelayanne....
Demikian sepenggal syarir lagu ciptaan Abdul Ajid, seniman senior Cirebon, berjudul Warung Pojok. Lagu ini rupanya sudah berumur puluhan tahun, namun masih hangat ditelinga kita, wong Cirebon.
Abdul Ajib mengatakan lagu ini diciptakan pada tahun 1967 dan dipopulerkannya bersama artis Cirebon Uum Kurniasih. Pada awal mengumandangkan lagu ini, seni tarling-gitar dan suling- khas Cirebon semakin digemari warga Cirebon, bahkan merambah wilayah lain.
Fenomena Warung Pojok kala itu juga sempat membuat sineas film memproduksi film dengan judul yang sama pada tahun 1977.
Bukan hanya didepan penggemar seni nasional, menurut Ajid, Warung Pojok pernah dinyanyikan saat upacara bendera, kala itu tahun 1983 di Istana negara. Kontan mendapatkan apresiasi yang begitu besar.
"Kalau ingin disamakan dengan Gesang dan Bengawan Solo, mungkin sama fenomenalnya. Hanya saja Bengawan Solo muncul lebih dulu dan nganggo basa Indonesia," katanya.
Pendapat Ajid tersebut berdasarkan seringnya lagu Warung Pojok tersebut dikumandangkan tidak hanya di RRI atau TVRI, tetapi juga di RTM Malaysia, Radio Australia dan banyak negara lain.
"Dewi Yul, yang asli orang Cirebon membawakan lagu ini di Malaysia. Kang Ebet (kadarusman-red) sering menyanyikan lagu ini di saat siaran di Radio Australia. Jadi memang sudah mendunia Warung Pojok, kuh," katanya dengan logat Cirebonan kental.
Sekarang lagu Warung Pojok sudah banyak dinyanyikan dalam berbagai versi, baik itu tarling murni atau tarling modern. Lagu ini sepertinya sudah waktunya dan layak untuk menjadi lagu kebanggaan nasional seperti halnya lagu milik Gesang, Bengawan Solo. (BC-11)
Komentar
pada 18 Feb 2009 10:52 :
KUCING GARONG JG MENDUNIA...

Johar
pada 23 Feb 2009 11:52 :
warung pojok udah mendunia?...
kalo mojok di warung udah menjadi ciri khas laki-laki.....
kucing garong udah mendunia?... tapi kalo garong kucing udah mendunia belum y?.....
kalo mojok di warung udah menjadi ciri khas laki-laki.....
kucing garong udah mendunia?... tapi kalo garong kucing udah mendunia belum y?.....

Putri Sarinande
pada 12 Mar 2009 14:43 :
kok komentar di atas saya tidak penting dan terkesan meremehkan sih? dan dodolnya kenapa komentar semacam itu masih bisa dimuat juga?
saya ingat, ketika SD saya nyanyi lagu warung pojok rame-rame pas perpisahan. sekarang SD saya sud ditutup kerna bangkrut, hahaha. juga TK saya. dan saya, baru percaya diri untuk berbahasa-Cerbon ria meski masi Basa Lumrah ketika SLTP.
saya ingat, ketika SD saya nyanyi lagu warung pojok rame-rame pas perpisahan. sekarang SD saya sud ditutup kerna bangkrut, hahaha. juga TK saya. dan saya, baru percaya diri untuk berbahasa-Cerbon ria meski masi Basa Lumrah ketika SLTP.








