10 Mar 2009 22:43 - Ajun
21 Kali Pentas Baru Bisa Jadi Sintren
SINTREN, adalah sebutan kepada peran utama dalam satu jenis kesenian. Tapi akhirnya sebutan itu menjadi satu nama jenis kesenian yang disebut sintren. Sintren sendiri berasal kata sesantrian artinya meniru santri bermain lais, debus, rudat atau ubrug dengan menggunakan magic (ilmu ghaib).Seni sintren ternyata tidak hanya hidup di daerah Kabupaten Majalengka, Indramayu dan Cirebon. Tapi juga hidup di Desa Dukuhbadag, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan.
Menurut, Udin Sahrudin, tokoh sintren di Desa Dukuhbadag, munculnya seni sintren di Kuningan belum bisa dipastikan. Sebab sampai sekarang belum ada penelitian ilmiah, tapi yang jelas sejak tahun 1930 sudah banyak warga Desa Dukuhbadag yang mengadakan pertunjukan seni sintren terutama pada acara pesta khitanan dan pernikahan.
"Dulu yang pertama kali menjadi pimpinan seni sintren di Desa Dukuhbadag yakni Ibu Warjiah, tapi saya tidak tahu pasti dari mana awal perkembangan seni sintren itu," kata Udin Sahrudin.
Berdasarkan cerita orang tua dulu, lanjut dia, seni sintren di Dukuhbadag dibawa oleh orang dari daerah lain yang sengaja untuk mencari nafkah yakni sebagai Kukurung. Kukurung merupakan bahasa dialek masyarakat Desa Dukuhbadag yang ditujukan kepada orang yang sedang mecari nafkah dengan cara menjual jasa memanen padi.
Dia menjelaskan, mereka (kukurung) diperkirakan datang dari daerah perbatasan Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan dengan Kecamatan Banjarharja Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Diantaranya saja Desa Cibendung, Cikakak, Karangjunti, Pande, Dukuhjeruk dan Desa Randegan. Ada pula yang datang dari daerah perbatasan Kabupaten Cirebon, diantaranya Desa Tonjong, Cilengkrang, Ciledug, pabuaran, Cikulak dan Desa Leuweunggajah.
Kukurung-kukurung itu datang bukan saja ke Desa Dukuhbadag, tapi ke desa lain di Kecamatan Cibingbin antara lain Desa Bantarpanjang, Cisaat, Citenjo, Cibingbin, Cibeureum dan Desa Tarikolot, bahkan sampai Desa Sukasari dan Tanjungkerta Kecamatan Karangkancana. (Desa Cibeureum dan Desa Tarikolot, kini Kecamatan Cibeureum)
"Untuk melepas lelah, kukurung-kukurug itu mengadakan pertunjukan seni sintren, di halaman rumah warga tanpa mendapat upah dari pemilik rumah, kecuali jamuan alakadarnya,"imbuhnya.
Dikatakan, pertunjukan sintren tidak selamanya memerlukan panggung, mereka bermain di halaman rumah beralaskan tikar, para penabuh gamelan dan juru kawih sambil duduk, sedangkan sintren menari sambil berdiri lemah gemulai mengikuti irama gamelan.
"Konon kabarnya, anak yang sudah dijadikan sintren harus mengalami 21 kali pentas, lebih sempurna 40 kali pertunjukan. Hal ini dipercaya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan bagi pribadi sintrennya. Setelah 40 hari biasanya rombongan seni tersebut mengadakan hajatan selamatan agar dijauhkan dari mara bahaya," paparnya. (BC-99).
Komentar
Putri Sarinande
pada 12 Mar 2009 14:13 :
ingat liriknya,,,
turun, turun sintren. sintrene bidadari...
bener bli jeh? (hehehe, pake Basa Lumrah bae, boten saged Bebasan...)
turun, turun sintren. sintrene bidadari...
bener bli jeh? (hehehe, pake Basa Lumrah bae, boten saged Bebasan...)

debay
pada 17 Mar 2009 14:50 :
tuh kan bener budaya sewilayah 3 memiliki kesamaan..
hidup prov cirebon!!
pikir dulu kalo mu komentar..
buAt yang ngerasa aja lah..
hidup prov cirebon!!
pikir dulu kalo mu komentar..
buAt yang ngerasa aja lah..

TUKIMIN
pada 25 Mar 2009 12:39 :
Setuju pisan, Prov Cirebon kude gagian didirikaken. Wong Jawa ng Jawa Barat kudu kathon identisase.
Nggih boten sdulur????
Salam saking ARGOLIS - DERMAYU (Haurgeulis - Indramayu).
Nggih boten sdulur????
Salam saking ARGOLIS - DERMAYU (Haurgeulis - Indramayu).

moh. toha
pada 26 Jun 2009 11:51 :
di dukuhbadag dulu sintren sering sekali di pentaskan, skrg jarang kalo tidak mau dibilang sudah tiada,untuk melestarikan seni dan budaya itu tanggung jawab kita smua, bravo pa udin..lanjutkan.

Subagio
pada 8 Sep 2009 19:38 :
DI SMP N 2 CIBEUREUM KUNINGAN JUGA SINTREN DIKEMBANGKAN DAN MASUK KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI

SUYAT
pada 6 Nov 2009 08:50 :
SELAMAT DAN SUKSES PADA SMPN 2 CIBEUREUM YANG MASIH MENGEMBANGKAN BUDAYA TRADISIONAL

aryomenyenk
pada 13 Apr 2010 16:09 :
sintren salahsatunya, masih banyak lagi kesenian buhun yang perlu dilestarikan, go .. go .. SMP 2 CIBEUREUM









