11 Mar 2009 06:28 - Raharjo
Walikota Diminta Siapkan Perwal PSB
CIREBON : Penerimaan siswa baru (PSB) setiap tahun selalu saja menimbulkan permasalahan, seperti siswa titipan, pungutan ilegal dan dll. Untuk itu dewan meminta walikota Cirebon untuk jauh-jauh hari membuat peraturan walikota terkait PSB.
Ketua DPRD Kota Cirebon Dahrin Syahrir mengatakan peraturan walikota diperlukan sebagai pegangan bagi dinas pendidikan dan pihak sekolah dalam menerima siswa baru.
"Waktu penerimaan siswa baru tinggal beberapa bulan lagi, tidak perlu perda cukup perwal saja untuk kelancaran PSB," katanya.
Dahrin mengatakan persiapan lebih baik dilakukan lebih lama karena akan membuat pihak sekolah lebih siap dan dapat segera melakukan koreksi perbaikan jika ada kesalahan.
"Perwal juga diperlukan sebagai pegangan pasti dalam menerima siswa baru. Seperti batas kuota siswa dalam dan luar kota, serta sejumlah pungutan resmi dan yang ilegal."
PSB, setiap tahun akan dimulai pada bulan Juni. Sementara jadwal dari Depdiknas, pelaksanaan ujian nasional akan dilakukan mulai tanggal 20 April, usai Pemilu 2009.(BC-11)
Ketua DPRD Kota Cirebon Dahrin Syahrir mengatakan peraturan walikota diperlukan sebagai pegangan bagi dinas pendidikan dan pihak sekolah dalam menerima siswa baru.
"Waktu penerimaan siswa baru tinggal beberapa bulan lagi, tidak perlu perda cukup perwal saja untuk kelancaran PSB," katanya.
Dahrin mengatakan persiapan lebih baik dilakukan lebih lama karena akan membuat pihak sekolah lebih siap dan dapat segera melakukan koreksi perbaikan jika ada kesalahan.
"Perwal juga diperlukan sebagai pegangan pasti dalam menerima siswa baru. Seperti batas kuota siswa dalam dan luar kota, serta sejumlah pungutan resmi dan yang ilegal."
PSB, setiap tahun akan dimulai pada bulan Juni. Sementara jadwal dari Depdiknas, pelaksanaan ujian nasional akan dilakukan mulai tanggal 20 April, usai Pemilu 2009.(BC-11)
Komentar
bejo
pada 11 Mar 2009 10:34 :
betul pak wali masih banyak titipan dalam psb, entah itu dr titipan pejabat, titipan partai/dewan atau lewat panitia psbnya sendiri. gimana nehhhh 

kamsiah
pada 2 Jun 2010 11:37 :
ya, ampun pak? saya setuju pake program online, tp gmn nasib orangtua yang pendidikannya terbelakang? khan kasihan, padahal mereka juga pengen maju. mungkin mereka akan sulit dengan program ini, sebaiknya diadakan manual juga dengan sportif, diadakan ujian PSB itu lebih baik








