23 Jun 2009 17:01 - Ajun
Industri Penyulingan Minyak Nilam Terbentur Modal
KUNINGAN : Sejumlah industri penyulingan minyak nilam di Kabupaten Kuningan, kini dihadapkan beberapa persoalan antara lain kurangnya permodalan dan turunnya harga minyak nilam.
Kendati begitu, mereka masih bertahan karena usaha industri penyulingan minyak nilam masih berpeluang cerah, paling tidak masih bisa menutupi biaya produksi salah satu komoditi andalan Kabupaten Kuningan itu
"Industri minyak nilam masih bertahan, walau harga minyak nilam sekarang ini sedang turun," kata Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kuningan, Hidayat Mu'min, Selasa (23/6).
Hidayat menjelaskan, harga minyak nilam sekarang ini Rp250 ribu per liter. Sebelumnya, beberapa tahun lalu pernah mencapai Rp satu juta per liter.
Menurut dia, untuk menangani persoalan yang dihadapi para pengusaha industri minyak nilam, pihaknya akan memfasilitasi agar para penyuling mampu mendirikan koperasi.
"Dengan membentuk wadah koperasi, diharapkan mampu mengatasi semua persoalan yang sering dihadapi oleh penyuling minyak nilam," paparnya.
Selain itu, dia juga mengharapkan agar penyuling minyak nilam memiliki kegiatan yang lengkap seperti TDP, SIUP dan kelengkapan usahanya. Hal itu untuk mempermudah terutama mendapatkan pinjaman modal dari perbankan.
"Saya harapkan mendirikan penyulingan di tempat yang beresertifikat, kalau bersertifikat kan ada kepercayaan dari perbankan, sehingga pinjaman sesuai kepercayaan bank," imbuhnya. (BC-99)
Kendati begitu, mereka masih bertahan karena usaha industri penyulingan minyak nilam masih berpeluang cerah, paling tidak masih bisa menutupi biaya produksi salah satu komoditi andalan Kabupaten Kuningan itu
"Industri minyak nilam masih bertahan, walau harga minyak nilam sekarang ini sedang turun," kata Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kuningan, Hidayat Mu'min, Selasa (23/6).
Hidayat menjelaskan, harga minyak nilam sekarang ini Rp250 ribu per liter. Sebelumnya, beberapa tahun lalu pernah mencapai Rp satu juta per liter.
Menurut dia, untuk menangani persoalan yang dihadapi para pengusaha industri minyak nilam, pihaknya akan memfasilitasi agar para penyuling mampu mendirikan koperasi.
"Dengan membentuk wadah koperasi, diharapkan mampu mengatasi semua persoalan yang sering dihadapi oleh penyuling minyak nilam," paparnya.
Selain itu, dia juga mengharapkan agar penyuling minyak nilam memiliki kegiatan yang lengkap seperti TDP, SIUP dan kelengkapan usahanya. Hal itu untuk mempermudah terutama mendapatkan pinjaman modal dari perbankan.
"Saya harapkan mendirikan penyulingan di tempat yang beresertifikat, kalau bersertifikat kan ada kepercayaan dari perbankan, sehingga pinjaman sesuai kepercayaan bank," imbuhnya. (BC-99)
Komentar
eko
pada 8 Mar 2010 12:22 :
km mempunyai alat penyulingan yg terbaru, kendala kami modal awal sebab lahan yang dapat kami sediakan berkisar 500 ha. mohon solusi dan kalau berminat bisa bergabung dengan km sebagai inverstor. terima kasih








