2 Oct 2009 11:35 - Raharjo
Inflasi Cirebon 1,14%, Terdorong Kenaikan Harga Selama Ramadhan dan Lebaran
CIREBON : Ramadhan dan Idul Fitri membuat harga barang naik sehingga mendorong laju inflasi yang tinggi, termasuk di kota cirebon.
Hari Raya Idul fitri menimbulkan beberapa komoditi barang dan jasa mengalami kenaikan.
Secara rutin dari tahun ke tahun adalah sub kelompok transport dan kelompok bahan makanan mengalami kenaikan indeks yang cukup besar.
Bulan September 2009 Inflasi kota Cirebon sebesar 1,14% atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 119,88 pada bulan Agustus 2009 menjadi 121,25 pada bulan September 2009.
Data yang didapat Beritacerbon.com dari BPS Kota Cirebon menyebutkan inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok Bahan Makanan 3,23%, kelompok Sandang 2,63%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 1%n, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,23%.
Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,13%, kelompok kesehatan 0,03% serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan harga (stabil).
Inflasi tertinggi terjadi di Depok sebesar 1,27% dengan IHK sebesar 115,43 dan terendah terjadi di Sukabumi sebesar 0,44% dengan IHK sebesar 118,10 persen. (BC-11)
Hari Raya Idul fitri menimbulkan beberapa komoditi barang dan jasa mengalami kenaikan.
Secara rutin dari tahun ke tahun adalah sub kelompok transport dan kelompok bahan makanan mengalami kenaikan indeks yang cukup besar.
Bulan September 2009 Inflasi kota Cirebon sebesar 1,14% atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 119,88 pada bulan Agustus 2009 menjadi 121,25 pada bulan September 2009.
Data yang didapat Beritacerbon.com dari BPS Kota Cirebon menyebutkan inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok Bahan Makanan 3,23%, kelompok Sandang 2,63%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 1%n, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,23%.
Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,13%, kelompok kesehatan 0,03% serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan harga (stabil).
Inflasi tertinggi terjadi di Depok sebesar 1,27% dengan IHK sebesar 115,43 dan terendah terjadi di Sukabumi sebesar 0,44% dengan IHK sebesar 118,10 persen. (BC-11)
Komentar
Belum ada Komentar







