27 Jan 2010 07:33 - Raharjo
Pengusaha dan Perajin Rotan Minta ACFTA Diundur
CIREBON : Pengusaha rotan di Kabupaten Cirebon menyatakan belum siap menghadapi perdagangan bebas China-Asean (ACFTA) sehingga meminta agar pemerintah mengundurkan penerapan perdagangan bebas untuk komoditi rotan.
Anggota Bidang Organisasi AMKRI (Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia) Badrudin Hambali mengatakan pemerintah terutama presiden dan menteri luar negeri harus kembali melobi negara-negara peserta ACFTA agar bisa memproteksi produk rotan agar industri rotan tidak semakin terpuruk.
"Sebelum pelaksanaan ACFTA saja sudah banyak industri rotan di Cirebon yang gulung tikar, ditambah dengan ACFTA, lambat laun industri rotan nasional pasti tutup," katanya.
Badrudin mengatakan saat ini industri rotan masih belum siap menghadapi ACFTA karena SDM masih belum mantap serta market rotan masih belum pulih sejak krisis ekonomi terjadi tahun lalu.
"Kami berharap pemerntah bisa mengudnurkan pelaksanaan ACFTA untuk produk rotan paling cepat tahun 2015. Kami akan siapkan market dan SDM-nya," kata dia.
Sementara itu Direktur Operasional PT Hitra Indonesia, perusahaan furniture rotan di Kabupaten Cirebon, Daru Purwanto menyatakan volume ekspor rotan di pabriknya turun setiap tahun.
"Saya akui produksi rotan terus turun setiap tahun, terutama karena turunnya permintaan dari Eropa Barat," katanya.
Dia manyatakan optimis karena kualitas furniture yang diproduksi pabrik di Cirebon jauh lebih bagus dari furniture asal China. Demikian pula dengan desain yang selalu baru dan unik.
"Tetapi pemerintah harus membantu pengusaha rotan dengan mencabut peraturan ekspor bahan baku. Jika itu ditutup, rotan nasional pasti bisa memenangkan persaingan ACFTA." (BC-10)
Komentar
juned
pada 2 Feb 2010 13:13 :
cintailah produk INDONESIA ! ITU KATA SIAPA YA................?????????








