7 Jan 2010 07:23 - Raharjo
Perajin Batik Tak Takut ACFTA
CIREBON : Pemberlakuan perdagangan bebas antara China dengan negara-negara Asean (ACFTA) tahun ini cukup membuat khawatir pengusaha terutama tekstil. Namun perajin batik di Trusmi Kabupaten cirebon menyatakan siap bersaing dengan kain tekstil asal China.
Owner Batik EB, Edi Baredi mengatakan kain China yang bercorak batik berbeda dengan kain batik buatan Indonesia dengan pasar yang berbeda pula.
"Kain batik adalah produk kain dengan nilai budaya tinggi dan sudah diakui oleh Unesco sebagai bagian budaya nasional. Tidak bisa negara lain memproduksi batik. Kalau kain dengan corak batik silahkan saja," katanya.
Dengan adanya perlindungan Unesco tersebut pebatik merasa aman dari ACFTA namun tetap harus berkreasi membuat corak-corak batik baru.
"Kreatifitas menjadi hal utama agar batik bisa tetap bersaing dengan tekstil asal China," katanya.
Edi optimis produksi batik Cirebon masih akan terus berlangsung dan pasarnya juga tetap terjaga dari ACFTA. (BC-11)
Komentar
Reniati, SE.,M.Si
pada 16 Jan 2010 11:05 :
Setuju pak, agar kita memilidi daya saing yang tinggi, maka kreatifitas dan inovasi adalah kata kunci yang tidak bisa ditawar lagi untuk menghadapi produk cina.








