files/prodev1.jpg
Logo
Lapak di Wisata Gronggong Dibongkar Satpol PP
CIREBON : Puluhan lapak kosong yang terlihat kumuh di kawasan wisata Gronggong, Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon di bongkar petugas Satpo PP Kabupaten Cirebon. Satpol membongkarnya karena lapak tersebut sering disalahgunakan untuk tindakan asusila.

Berdasarkan pantauan, petugas Satpol PP yang didampingi petugas Polres Kabupaten Cirebon tanpa ampun membongkar lapak-lapak dengan menggunakan kampak, besi dan sebagian dengan gergaji. Meskipun sempat mendapat protes dari pemilik lapak namun pembongkaran tetap berlangsung.

Rum (53) pemilik salah satu lapak berteriak-teriak meminta petugas agar berhenti membongkar lapak miliknya tersebut karena untuk membuat tempat tersebut memakan biaya cukup mahal.

"Saya mohon pak, untuk membuat bangku-bangku dan tenda ini saya harus menyisihkan keuntungan dari jualan jagung. Kalo dibongkar nanti pelanggan saya duduk dimana," kata Rum.

Kepala Satpol PP Kabupaten Cirebon, Yayat Ruhiyat menegaskan pembongkaran tersebut bertujuan untuk menertibkan lapak-lapak mesum yang selama ini mencoreng citra Kabupaten Cirebon.

"Pemkab Cirebon menetapkan Gronggong sebagai kawasan wisata, namun citra yang selama ini muncul saat mendengar kata Gronggong selalu negatif karena adanya tenda-tenda bersekat yang kerap menjadi tempat mesum pasangan muda-mudi," kata Yayat.

Mengenai keluhan dari para pedagang atas pembongkaran tersebut, Yayat menegaskan pihaknya telah melakukan sosialisasi 10 hari sebelumnya. Menurut Yayat pihaknya telah memberikan toleransi hingga 10 hari untuk membenahi lapak-lapak yang kerap menjadi tempat mesum sendiri.

 "Kami tidak membongkar tepat berjualan mereka, melainkan gubuk-gubuk dan tenda-tenda yang berpencar dan saat malam hari tanpa penerangan sama sekali sehingga nyaman untuk berbuat mesum," katanya.

Sebagai buktinya kata Yayat, saat pembongkaran anggotanya kerap menemukan kondom bekas.(BC-11)
biru pada 3 Feb 2010 10:59 :
Bagus pak teruskan pembongkarannya dan tertibkan kumuh banget tuh tapi jangan lupa harus ditata ulang karena punya potensi sebagai tujuan wisata dengan gandeng pengusaha swasta
Merah pada 14 Feb 2010 22:19 :
Hancurkan saja pak...babad habis..
klaport pada 12 Mar 2010 19:40 :
setuju, gasak terus. awas masih ada yang punya ide untuk bikin vila diderah gronggong! villa remeng2? gasak sekalian !
Nama :
Email :
Website :
Komentar :
Kode Verifikasi
Masukkan kode Verifikasi :
files/rupen-230x60.jpg
files/bj-230x60.jpg
files/bb-230x60.jpg
files/bm-230x60.jpg