5 Feb 2010 14:54 - Raharjo
Markas Millah Ibrahim Diamankan Polisi
CIREBON : Polisi Resor Kota Cirebon menggerebek salah satu rumah di Jl. Pulasaren Kota Cirebon karena diduga sedang belangsung kegiatan aliran Milah Ibrahim, yang sudah ditetapkan aliran sesat.
Penggerebekan dilakukan Kamis Dini hari (4/2) oleh aparat kepolisian. Sebelumnya ada informasi akan ada penggerebakan awalnya bakal dilakukan oleh sejumlah anggota ormas Islam yang mengatasnamakan Jamaah Anshorut Tauhid (JAT). Namun, karena petugas kepolisian meminta agar ormas islam tidak turut menggerebeg. Akhirnya proses penggerebagan hanya dilakukan petugas Polresta Cirebon.
Dari penggerebekan itu , tujuh oang pengikut Millah Ibrahim diamankan polisi.
Warga sekitar sendiri menyatakan tidak mengetahui kalau aktifitas pengajian pada malam Jumat itu dilakukan aliran Millah Ibrahim. Karena kegiatan itu saudah berlangsung selama dua tahun.
Sementara itu pemilik rumah, Nasihin, yang juga pengikut aliran sesat Millah Ibrahim mengaku, pertemuan pengajian di rumahnya memang kerap dilakukan satu Minggu sekali. Namun, dia mengelak jika aliran yang diiktunya itu sesat.”Aktivitas kami seperti agama islam lainnya, kami meyakini adanya solat dan nabi,” tegas Nasihin.
Kapolres Kota Cirebon AKBP Arie Laksmana mengaku, penggerebagan dilakukan jajarannya sebagai upaya pengamanan jamaah Millah Ibrahim dari amukan masa. Karenanya, pihaknya langsung mengamankan 7 orang pengikut Millah Ibrahim untuk dimintai keterangan.
”Kami sengaja mengamankan mereka demi keselamatannya. Mereka juga tetap kami mintai keterangan,” ujarnya.
Ajaran Millah Ibrahim ini, sebelumnya telah ditetapkan Bakorpakem Kota Cirebon sesat. Ajaran ini dianggap janggal yakni, tidak mewajibkan shalt Jumat, mengakui pemimpin Millah Ibrahim yang berada di Caracas Kuningan sebagai Rasul ke 26, dan menganggap jamaah di luar kelompoknya sebagai kafir serta tidak menganggap adanya Asunah. (BC-11)
Penggerebekan dilakukan Kamis Dini hari (4/2) oleh aparat kepolisian. Sebelumnya ada informasi akan ada penggerebakan awalnya bakal dilakukan oleh sejumlah anggota ormas Islam yang mengatasnamakan Jamaah Anshorut Tauhid (JAT). Namun, karena petugas kepolisian meminta agar ormas islam tidak turut menggerebeg. Akhirnya proses penggerebagan hanya dilakukan petugas Polresta Cirebon.
Dari penggerebekan itu , tujuh oang pengikut Millah Ibrahim diamankan polisi.
Warga sekitar sendiri menyatakan tidak mengetahui kalau aktifitas pengajian pada malam Jumat itu dilakukan aliran Millah Ibrahim. Karena kegiatan itu saudah berlangsung selama dua tahun.
Sementara itu pemilik rumah, Nasihin, yang juga pengikut aliran sesat Millah Ibrahim mengaku, pertemuan pengajian di rumahnya memang kerap dilakukan satu Minggu sekali. Namun, dia mengelak jika aliran yang diiktunya itu sesat.”Aktivitas kami seperti agama islam lainnya, kami meyakini adanya solat dan nabi,” tegas Nasihin.
Kapolres Kota Cirebon AKBP Arie Laksmana mengaku, penggerebagan dilakukan jajarannya sebagai upaya pengamanan jamaah Millah Ibrahim dari amukan masa. Karenanya, pihaknya langsung mengamankan 7 orang pengikut Millah Ibrahim untuk dimintai keterangan.
”Kami sengaja mengamankan mereka demi keselamatannya. Mereka juga tetap kami mintai keterangan,” ujarnya.
Ajaran Millah Ibrahim ini, sebelumnya telah ditetapkan Bakorpakem Kota Cirebon sesat. Ajaran ini dianggap janggal yakni, tidak mewajibkan shalt Jumat, mengakui pemimpin Millah Ibrahim yang berada di Caracas Kuningan sebagai Rasul ke 26, dan menganggap jamaah di luar kelompoknya sebagai kafir serta tidak menganggap adanya Asunah. (BC-11)
Komentar
Belum ada Komentar







