CIREBON : Mayat bayi yang ditemukan dalam sebuah tas didalam gerobak sekitar perempatan Kanggraksan-By Pass Kota Cirebon Selasa, diduga kuat sebagai korban kekerasan sexual, sodomi.
Dokter forensik Rumah Sakit Gunung Jati menyatakan hasil fisum menunjukan adanya tindakan kekerasan pada dubur korban serta ditemukan air pada paru-paru yang menunjukan korban meninggal karena tenggelam. Jasad juga diketahui memiliki bekas atau tanda tindakan kekerasan yang menyebabkan korban tewas.
Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, diperkirakan meninggal sekitar satu minggu sejak ditemukan pada Selasa pagi.
Kapolres Cirebon Kombes Ary Laksmana mengatakan hasil laporan secara lisan dari dokter forensik menunjukan ada kejanggalan kekerasan pada korban.
"Dugaan sementara memang disodomi sebelum tewas. Dokter menyatakan sepertinya dilakukan berulang-ulang dan sudah sangat lama tindakan kekerasan sodomi ini, sebelum tewas," katanya.
Mayat balita berusia sekitar 5 tahun tersebut ditemukan dengan sebuah kertas yang berisi tulisan menjelaskan nama jenazah sebagai Indra, dan meninggal karena terjatuh dari tangga. Penulisnya menyatakan sebagai orang tua korban yang tidak mampu menguburkan anaknya tersebut karena tidak memiliki uang.
"Atas laporan terbaru ini kami akan kembali menggali kuburan, karena jenazah terlanjur dimakamkan."
Ary belum bisa menyatakan apakah pelaku tersebut sebagai orang baru atau korban merupakan salah satu korban dari pembunuh anak jalanan, Babe.
"Masih terlalu jauh untuk menyimpulkan dan mengaitkannya."
Ary juga menyatakan belum bisa memastikan apakah korban merupakan korban penculikan anak-anak.
Untuk diketahui, saat ditemukan, korban memiliki ciri-ciri kulit bersih, kuning langsat sebagai pertanda anak tersebut sangat terawat bukan dari kalangan anak miskin atau gelandangan.(BC-11)
Belum ada Komentar







