Cirebon : Ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Hikam Kota Cirebon mengelar aksi penolakan merayakan hari Valentine di lapangan upacara sekolah, Sabtu (13/2).
Gerakan anti hari valentine yang biasa dirayakan pada tanggal 14 Februari tersebut ditunjukan dengan menggelar aksi tandatangan di kain putih sepanjang 1x5 meter sebagai simbol pernyataan hari valentine adalah haram untuk dirayakan.
"Kami menolak hari Valentine karena bukan ajaran Islam melainkan budaya barat dan orang kafir yang lebih banyak menimbulkan mudharat bagi kehidupan," kata Nurhayati siswa kelas 3 MTS Darul Hikam.
Selain menggelar aksi tandatangan, bentuk penolakan hari valentine juga disampaikan dalam bentuk poster yang ditulis tangan langsung oleh para siswa. Sebagian poster tersebut berisi kecaman tentang dampak negatif dari perayaan hari valentine dan ajakan untuk menyampaikan kasih sayang setiap hari bukan hanya pada hari valentine saja.
Sementara Kepala Sekolah MI Darul Hikam Kurnida mengatakan, aksi penolakan hari valentine ini sebagai ajakan kepada para siswa sekaligus memberikan pemahaman bahwa hari valentine yang konon diartikan sebagai hari kasih sayang sangat bertentangan dengan ajaran Islam.
"Kami ingin memberikan pemahaman kepada para siswa bahwa kasih sayang terhadap sesama tidak perlu diperingati dalam satu hari melainkan sesuatu yang memang harus berlangsung setiap hari. Bagaimanapun juga Islam tidak mengajarkan tentang hari valentine apalagi merayakannya," kata Kurnida.
Selain menggelar aksi menolak hari valentine, sebagai bentuk perwujudan kasih sayang tidak dilakukan hanya setahun sekali, pihak sekolah juga menyelenggarakan penggalangan dana untuk Bilqis Anindia, bayi 17 bulan yang mengidap penyakit Atesia Bilier selama satu minggu. (BC-211)

Sabda Nabi Muhammad SAW
"Barang siapa yang menyerupai suatu kaum (yang bukan Islam, seperti Yahudi, Kristen, Budha dan lain sebagainya) maka sesungguhnya dia termasuk dari golongan mereka".








