16 Jul 2010 01:04 - redaksi
100 Anak Jalanan akan Mengelana Negeri Grage
CIREBON - Seperti tahun sebelumnya KKS Melati bersama relawan-relawannya akan mengajak 100 anak jalanan dan dhuafa beserta pendamping Rumah Singgah untuk mengikuti kegiatan outing yang kali ini bertajuk ”Kelana Budaya Negeri Grage” dan diselenggarakan di kota Cirebon, Jawa Barat pada 17-18 Juli 2010.
Iroel, Project Officer hajatan ini mengatakan perbedaan penyelenggaraan outing kali ini adalah anak-anak yang ikut serta tidak hanya berasal dari jaringan rumah singgah KKS Melati namun juga melibatkan anak-anak dhuafa dari kota Cirebon. "Relawan-relawan yang membantu pun tidak hanya berasal dari Jakarta namun juga dibantu oleh Jaka-Rara dari Cirebon," katanya.
Menurutnya, ketidaktahuan masyarakat akan sejarah dan asal muasal bangsa mengakibatkan surutnya pengetahuan bangsa Indonesia yang sarat akan keanekaragaman budaya. Kekayaan Indonesia merupakan warisan abadi negeri indah nan elok bagi putra putri bangsa. "Kepedulian anak muda terhadap warisan budaya sangat berperan dalam pelestarian negeri ini. Seorang negarawan besar pernah berkata ”Jangan sekali – kali melupakan sejarah”, sebab sejarah merupakan benang merah kehidupan," papar Iroel.
Dengan tema ”Kelana Budaya Negeri Grage” dimana kejayaan negeri tempoe doeloe ditelusuri melalui peninggalan – peninggalan yang sarat akan sejarah di kota Cirebon. Perwujudan mimpi bagi anak jalanan dan dhuafa, menanamkan kepercayaan diri, bahwa mereka tidaklah berbeda dengan anak–anak lainnya. Mereka memiliki hak dan peran yang sama terhadap budaya Indonesia. "Sejatinya setiap pengetahuan yang mereka dapatkan akan besar manfaatnya dalam kehidupan mereka," imbuhnya.
Tempat-tempat bersejarah yang akan dikunjungi, antara lain: menjelajah Keraton Kasepuhan, Kacirebonan, dan Kanoman, Mengunjungi Keraton Kasepuhan dan Kegiatan Bersih disekitar area keraton, kegiatan ini untuk mengajarkan tentang kebersihan di dalam situs cagar budaya, Mengunjungi museum Kanoman, Mengunjungi Keraton Keprabon – Kacirebonan, berkunjung ke situs Taman Sari Gua Sunyaragi, melihat pertunjukan sendratari, menelusuri Kampung Batik Trusmi dan bersenang-senang di waterboom Cirebon.
Iroel juga mengatakan Konsep kegiatan ini tidak hanya ditujukan bagi anak–anak jalanan dan dhuafa saja, tetapi juga merupakan proses pembelajaran bagi setiap relawan pendamping yang ikut serta sebagai wujud dari cinta akan kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia.
Tahun 2010 merupakan sewindu penyelenggaraan outing anak jalanan dan dhuafa
dimana KKS Melati memberikan kegiatan menyenangkan yang di kemas dengan penuh makna, mewujudkan impian dan apresiasi bagi mereka yang terabaikan dalam hal ini anak-anak jalanan dan dhuafa. Program outing untuk anak jalanan dan dhuafa ini adalah program tahunan yang diselenggarakan oleh KKS Melati dan telah diselenggarakan sejak 2003.
Kelompok Kerja Sosial Melati (KKS Melati) merupakan sebuah wadah atau komunitas untuk anak muda belajar atau menjadi relawan, sehingga menjadi anak muda yang memiliki kepedulian pada sesama melalui kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan untuk membuat Jakarta dan lingkungan sekitarnya menjadi tempat tinggal yang lebih baik.
Relawan yang tergabung di KKS Melati terdiri dari beragam latar belakang seperti pelajar, mahasiswa, karyawan, ibu rumah tangga dan sebagainya. Seluruh relawan yang bergabung melebur menjadi satu meninggalkan keterikatan kelompok, suku, agama dan ras.
Seperti bunga melati yang putih dan kecil, KKS Melati hanyalah satu dari sekian banyak komunitas yang tumbuh di Jakarta yang berusaha memberi arti sekaligus menebarkan wangi (baca: hal-hal yang baik) untuk lingkungan sekitar dan memberikan kepedulian kepada sesama.***
Komentar
Belum ada Komentar







