files/prodev1.jpg
Logo
GO to ORGANIC
Oleh: Mbah Darmo, The Cakrabuana Institute

TAHUKAH Anda bahwa dengan mengkonsumsi beras organis itu berarti kita telah makan nasi yang sehat, lebih enak dan bebas racun.

Tanaman padi di Indonesia kebanyakan masih dibudidayakan dengan bantuan pupuk dan pestisida sintesis alias “pupuk dan pestisida kimia” yang diproduksi oleh pabrik pupuk/industri kimia besar. Tentunya berbagai unsur kimia sintetis juga terkandung dalam padi tersebut.

Selain mengandung unsur kimia sintetis yang dapat menjadi racun, padi tersebut dibudidayakan dengan biaya tinggi. Memang harga pupuk sintesis saat ini tergolong masih murah, karena bahan bakunya disubsidi pemerintah. Tapi nampaknya subsidi ini akan segera dihapus. Dan kalau hal ini terjadi maka akibatnya pupuk sintesis akan lenyap dari pasaran. Kalaupun ada, harganya pasti sangat mahal, karena pabrik harus beli bahan baku yang tidak lagi disubsidi oleh pemerintah.

Bayangkan bagaimana nasib produksi padi kita seandainya hal itu terjadi? Bagaimana nasib para petani? Bagaimana nasib ibu rumah tangga yang pasti akan kesulitan untuk “nempur beras”, karena harga beras pasti akan menjadi sangat mahal? Padahal nasi masih menjadi makanan pokok bangsa kita dan sulit untuk dicarikan gantinya. Pokoke kudu mangan sego! (pokoknya harus makan nasi). Itu adalah kalimat yang masih sering kita dengar.

Nah, mengapa kita tidak kembali kepada cara moyang kita dulu bercocok tanam? Dulu tidak ada pupuk dan pestisida sintesis. Para nenek moyang kita hanya dan hanya menggunakan pupuk kandang atau pupuk hijau, yang sekarang ini disebut sebagai pupuk organis.

Itu adalah pupuk yang ramah lingkungan karena tidak merusak tanah seperti pupuk sintesis kimia yang ternyata merusak tanah. Produk yang dihasilkan dari budidaya organis adalah produk yang sehat. Karena tidak tercemar oleh “racun kimia” yang biasa terdapat dalam pupuk dan pestisida sintesis.

Pupuk organis jelas lebih murah, lebih ramah lingkungan dan tidak perlu menunggu subsidi pemerintah. Pupuk organis dengan mudah dapat dibuat sendiri oleh para petani, dengan memanfaatkan sampah, kotoran hewan ternak dan bahan-bahan di sekitar tempat mereka tinggal.

Jadi ayo mulai sekarang kita mulai mengkonsumsi beras,sayur dan buah-buahan organis. Lebih sehat, lebih enak, melestarikan lingkungan, mandiri, tidak tergantung pupuk sintesis kimia!

GO to ORGANIC! Pilih makanan yang sehat, tinggalkan racun, tinggalkan pencemaran lingkungan! ***
rubi pada 10 May 2008 23:23 :
wah iede yang cemerlang dan harus dilakukan oleh para petani di seluruh Indonesia.
ryvia pada 6 Aug 2008 00:53 :
nah... ide-ide seperti inilah yang kita butuhkan untuk petani kita.! untuk para petani indonesia kapan lagi kalo bukan sekarang,selama mash bisa manfaatkan yang ada, kenapa musti beliiii.... ayo dong..??? jangan mau dibodohi lagi sama orang-orang SANITAS.
dayat pada 23 Dec 2008 05:55 :
Go to organic secara konsep bagus, tapi belum applicable dalam sekala luas banyak contoh panen raya dg metode pertanian organik yang dipanen raya oleh Bupati akan tetapi tahukah anda bahwa mereka ABS (Asal Bupati Senang) padahal didalamnya masih menggunakan bahan-2 kimia untuk melindungi padi dr serangan hama. Un tuk negara tropis sangat mustahil jika pertanian tdk menggunakan bahan kimia sebab laju pertumnbuhan penduduk tdk sejalan dengan laju produksi pertanian apabila tdk melalui rekayasa-2 dg tehnologi kekinian, yang perlu diatur adalah bagaimana penggunaan bahan kimia ( Pesticide) secara aman dan bijaksana jadi tdk membabi buta seperti yang sekarang terjadi dalam hal ini pemerintah perlu mengoptimalkan peran penyuluh pertanian negeri, swasta dan swakarsa, Kalau Sanitas mereka adalah pedagang legal tdk ada hubungannya dg menipu petani
Nama :
Email :
Website :
Komentar :
Kode Verifikasi
Masukkan kode Verifikasi :
files/rupen-230x60.jpg
files/bj-230x60.jpg
files/bb-230x60.jpg
files/bm-230x60.jpg