files/prodev1.jpg
Logo
Surat Terbuka untuk Gubernur Jawa Barat
Oleh: M. Jauharul Fuad

Bismillahirrahmanirrahim.

Seminggu yang lalu, tepatnya tanggal 17 April 2009, kami menjumpai Anda di sebuah pesantren di Cisarua, dalam acara Pembukaan Pelatihan Guru Tahfid Quran, yang juga dihadiri Dubes Saudi Arabia. Tetapi rasanya kurang tepat kalau waktu itu kami menyampaikan pendapat ini.

Lebih tepat kalau pendapat ini kami sampaikan lewat surat terbuka, karena Anda memang dipilih oleh rakyat. Kami rakyat Anda yang tinggal di Cirebon, dan sesekali datang ke Bandung, kota yang juga sangat kami cintai.

Di Cirebon, kami mendirikan Yayasan Cakrabuana, yang lebih populer dengan nama Cakrabuana Institute. Aktivitas utamanya adalah studi pengembangan wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan). Kami melihat potensi pengembangan Cirebon sebagai salah satu pusat bisnis Jawa Barat. Cirebon memang kota dagang yang maju pada jamannya, terutama karena pelabuhannya yang hidup.

Saat ini, Pemerintah sedang mempersiapkan pembangunan jalan tol Cikampek-Palimanan, merencanakan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan dan Bandara Internasional Kertajati, dan tengah melaksanakan konstruksi jalan tol Kanci-Pejagan (bersambung sampai Semarang). Kalau semua mega infrastruktur tersebut bisa direalisasikan, ditambah pengembangan Pelabuahan, niscaya Cirebon akan sangat layak "dikembalikan" menjadi pusat perdagangan perdagangan Jawa Barat.

Mari kita tinggalkan Cirebon sejenak, dan kita tengok Bandung. Bandung menghadapi persoalan yang sangat serius karena beban kotanya melebihi kapasitasnya. Ibukota provinsi Jawa Barat, kota tujuan wisata, tempat "parkir" penduduk Jakarta, dan pusat industri tekstil. Beban Bandung terasa lebih berat, karena masyarakat menginginkan Bandung tetap sejuk, tetap nyaman, dan sebagainya. Posisi Bandung yang berada di cekungan juga lebih menuntut kehati-hatian para pemimpin Jawa Barat.

Pak Gubernur, kenapa kita tidak berbagi? Anda bisa mengikuti kebijakan Pemda Bali, yang karena ingin lingkungan yang berkualitas sekarang melarang pembangunan hotel baru--sampai waktu yang tidak terbatas. Di Bandung, Anda bisa lebih ekstrim lagi, misalnya stop pembangunan dengan moratorium pembangunan; atau paling tidak memperketat pembangunan di Bandung Utara yang sudah sangat meresahkan itu; dan memperhitungkan pengembangan wilayah baru yang akan makin membebani Bandung.

Di sisi lain, Anda bisa mendorong "mengembalikan" Cirebon sebagai pusat dagang Jawa Barat secara lebih serius, sebagaimana California juga membagi peran Los Angeles sebagai pusat bisnis dan Sacramento yang tetap mungil dan tidak lebih terkenal sebagai ibukotanya. Anda tidak perlu reaktif terhadap penduduk Cirebon yang ingin mendirikan provinsi sendiri, karena kebijakan dan tindakan Anda akan mengerdilkan gagasan tersebut. Tidak perlu reaktif, misalnya dengan merencanakan pembuatan pelabuhan di Karawang, yang tidak pernah ada cikal bakal dan sejarahnya, dan hanya akan menambah kegagalan setelah kegagalan Pemerintah dengan Pelabuhan Bojonegara di Banten.

Pak Gubernur, kami yakin, kalau Anda membuat kebijakan dari hati yang ikhlas, Allah SWT akan mengirimkan orang-orang yang ahli, yang bisa mengantarkan sukses Anda, juga sukses rakyat Jawa Barat. Semoga.***
Subadi pada 20 Oct 2009 11:31 :
Aku sempakat dengan anda karena pembangunan yang berorentasi dan penuh keseriusa akan cepat pelaksanaanya.
Nama :
Email :
Website :
Komentar :
Kode Verifikasi
Masukkan kode Verifikasi :
files/rupen-230x60.jpg
files/bj-230x60.jpg
files/bb-230x60.jpg
files/bm-230x60.jpg